Publikasi merupakan salah satu kata-kata yang masih cukup asing terhadap para pelajar kita. Terlebih lagi dengan kenyamanan teknologi saat ini, keahlian copy-paste semakin mendarah daging bagi kalangan-kalangan yang malas untuk berkreasi dan mandiri serta berbangga dengan hasil karyanya sendiri. Pertanyaannya ialah apa yang menyebabkan para pelajar tidak terbiasa melakukan publikasi? dengan merunut sebuah logika berpikir, bisa jadi kemampuan literasi (mencari dan mengutip) masih cukup lemah. Di samping itu, diperparah lagi, mereka lebih asyik menumpuk waktu di dunia media sosial dan game daripada produktif dan belajar untuk kepentingan masa depan mereka.
Pergeseran dari kebutuhan pemenuhan informasi untuk berkreasi ke kebutuhan informasi yang hanya bersifat menghibur saja (atau bahkan kebutuhan informasi tentang seseorang /'kepo') yang saat ini menjadi trend di kalangan kita semua. Sedangkan perang pemikiran yang selalu dikedepankan ialah biarkan negeri-negeri berkembang berpuas diri dengan kebudayaan dan keseniannya.
Kembali ke topik, publikasi sebenarnya adalah salah satu bukti eksistensi kita di dunia ini, seberapa banyak buah pikiran itu bermanfaat bagi orang lain. Dulu, supaya sebuah tulisan yang muncul di media tidak bisa semua orang mengisi. Sekarang, siapapun boleh menulis di dunia maya ini. Melalui semua platform yang tersedia mulai dari blog, medsos dst.
Yang menjadi tanda tanya kita, sejauh mana tulisan kita? apakah hanya sebatas tertumpuk dalam otak, tertulis berserakan di buku diari, atau sekedar masih nongol di blog pribadi seperti milik saya ini? Ataukah lebih pantas tulisan kita bisa bersaing di ranah lokal, nasional hingga internasional dengan para pembanding yang sama-sama ahli di bidangnya? Jika pantas, kapankah saatnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar